Pengumpan:
Tulisan
Komentar

476457019_5d75236dab_m

Vicente Mota Alfaro: Dari Mualaf Sampai Menjadi Imam Masjid

Vicente Mota Alfaro menjadi mualaf pertama di Spanyol yang memegang posisi imam di masjid Islamic Cultural Center of Valencia (CCIV) dan memimpin salat berjamaah di masjid itu. Selain imam masjid, Alfaro juga menjadi anggota Dewan Direkur CCIV sejak tahun 2005.

Posisi imam masjid mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Alfaro, karena tiga belas tahun yang lalu ia adalah penganut agama Katolik yang taat, rajin membaca alkitab setiap hari dan tidak pernah absen menghadiri misa mingguan di gerejanya.

Ketika ditanya tentang perubahan hatinya dan perjalanannya dari seorang penganut Katolik yang taat menjadi seorang Muslim, Alfaro memberikan jawaban sederhana,”Ini semua adalah kehendak Allah, Islam menjadi pilihan saya dan menjadi hidup saya.”

Alfaro memutuskan masuk Islam pada saat ia berusia 20 tahun dan masih menjadi siswa sekolah menengah. “Saya membaca kitab suci al-Quran. Saya menemukan kebenaran tentang kisah Yesus Kristus dan kemudian saya masuk Islam,” Alfaro menceritakan perjalanannya menemukan cahaya Islam.

Pada dasarnya, Alfaro memang dikenal religius. Sejak masa kanak-kanak, Alfaro sudah rajin ke gereja setiap minggu dan membaca alkitab dengan teratur. “Saya melakukannya, sementara anak-anak lain pada saat itu tidak punya minat pada agama. Ketika itu, saya tentu saja belum tahu tentang Islam,” ujarnya.

Alfaro mengenal Islam dari tetangganya, seorang Muslim asal Aljazair yang sering ia ajak berbincang-bincang. “Suatu saat kami sedang ngobrol dan dia bilang bahwa semua umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa dan kita semua adalah anak-anak dari Nabi Ibrahim,” kenang Alfaro tentang tetangganya.

“Kala itu, saya tercengang mendengar Muslim dan orang-orang Arab tahu tentang Adam, Hawa dan Ibrahim,” sambung Alfaro.

Perbincangan itu memotivasi Alfaro untuk menggali lebih jauh tentang Islam. Ia jadi sering berkunjung ke perpustakaan dan meminjam terjemahan al-Quran. Terjemahan al-Quran itu ia baca dengan seksama di rumah.

“Saya sudah sering membaca di Gospel bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan Tuhan mengirim anaknya ke bumi untuk dibunuh dan disiksa guna membebaskan dosa-dosa manusia. Saya selalu bermasalah dengan hal itu, terutama untuk bisa mempercayai cerita itu,” kata Alfaro.

Dan jawaban yang ia cari, ditemukannya dalam al-Quran. “Saya pelajari dari al-Quran bahwa Yesus tidak dibunuh atau disalib,” ujar Alfaro.

Kisah Yesus dalam kitab suci al-Quran menyentuh hati Alfaro yang sejak mengucap dua kalimat syahadat mengubah namanya menjadi Mansour. “Saya langsung meyakini bahwa al-Quran adalah kitab suci yang benar yang berasal dari Tuhan. Dan saya langsung memutuskan ingin menjadi seorang Muslim,” tukas Alfaro.

Begitulah perjalanan Alfaro atau Mansour menemukan kebenaran dalam Islam. Sampai akhirnya para pemuka komunitas Muslim di kota Valencia sepakat memilihnya menjadi imam masjid Valencia. Alfaro dipilih karena dianggap memiliki kemampuan dan memenuhi syarat-syarat untuk menjadi imam masjid.

“Dia dipilih karena pengetahuannya yang luas tentang agama,” kata El-Taher Edda, sekretaris jenderal Islamic League for Dialogue and Coexistence.

Edda juga menegaskan bahwa penunjukkan Alfaro sebagai imam masjid Valencia merupakan pesan yang jelas tentang integrasi para mualaf ke dalam masyarakat Muslim.

Jumlah mualaf di Spanyol terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Menurut laporan media massa lokal, warga Spanyol yang masuk Islam bahkan dari kalangan intelektual, akademisi dan aktivis anti-globalisasi. Saat ini, jumlah warga Muslim di Spanyol dipekirakan sekitar 1,5 juta jiwa dari 40 juta total penduduk negara itu. Di Spanyol, berdasarkan undang-undang kebebasan beragama tahun 1967, Islam diakui sebagai agama resmi dan menjadi agama kedua terbesar setelah agama Kristen.(ln/iol)

sumber : eramuslim.com

CetakKirimRSS Selasa, 17/02/2009 18:57 WIB

192601891_44e2ec42b4_m2

Michael David Shapiro adalah seorang Yahudi Rusia. Dulu, ia tidak terlalu yakin dengan adanya Tuhan. Cita-citanya menjadi seorang bintang penyayi rock, tapi sekarang ia bekerja sebagai sekretaris dan tinggal di sebuah apartemen.

Pencarian jati dirinya dimulai ketika ia berusia 19 tahun. Suatu malam, berniat ke dapur dan bertemu dengan rekannya seorang kulit hitam. Ia bertanya pada rekannya itu,”Bolehkah saya menyimpan vodka di kulkas malam ini?”. Tak diduga, pertemuan itulah yang me

ngubah hidup Michael secara drastis.

Teman kulit hitam yang dijumpainya di dapur adalah seorang Muslim dan dia adalah Muslim pertama yang pernah Michael jumpai. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Michael mengajak lelaki kulit hitam itu berbincang-bincang tentang agama Islam. Tentang semua hal yang pernah Michael dengar seperti salat lima waktu, jihad dan sosok Nabi Muhammad saw.

Kemudian, teman mereka bernama Wade, seorang Kristiani bergabung dalam perbincangan itu. Jadilah mereka bertiga malam itu berdialog dengan Yahudi, Kristiani dan Muslim. “Ternyata kami menemukan banyak perbedaan dan banyak persamaan antara ketiga agama itu,” kata Michael.

Setelah perbincangan itu, minat Michael yang selama ini hanya berkutat pada sex, narkoba dan pesta-pesta jadi berubah total. Ia mulai berminat untuk mencari kebenaran, mencari Tuhan, mencari bagaimana cara menjadi pengikutNya.

Ketika itu, kata Michael, ia memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana pada dirinya sendiri seperti ‘berapa sebenarnya jumlah Tuhan?’. Michael berpikir bahwa jumlah Tuhan pasti cuma satu. Tuhan akan lebih kuat jika cuma satu. Karena jika Tuhan dua, kalau ada salah satunya yang berbeda pendapat maka akan terjadi pertentangan dan pertikaian. “Maka saya berpikir bahwa Tuhan itu satu,” kata Michael.

Ia juga memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan menganalisa keyakinan atheist dan keyakinan theist-theist lainnya. Saya teringat akan kata bijak “Setiap disain pasti ada disainernya”. Bertolak dari kata bijak itu, mata saya terbuka bahwa Tuhan itu ada. “Saya tidak bisa menjelaskannya mengapa, saya hanya bisa merasakannya,” ujar Michael.

Hal-hal baru yang ditemukannya, membuat Michael berpikir bahwa ia harus bertanggungjawab untuk mematuhi Sang Pencipta dan itu artinya ia harus memeluk satu agama. Pertanyaan lain pun menyusul, ‘darimana ia akan memulai? karena secara harfiah jumlah agama bisa ribuan dan ia perlu memperkecil jumlah itu. Langkah pertama yang Michael lakukan adalah mengelompokan agama-agama monoteis dan itu sejalan dengan keyakinannya bahwa Tuhan itu satu. Ia mencoret Budha dan Hindu dari daftarnya dan melingkari tiga agama monoteis yaitu Islam, Kristen dan Yudaisme.

Karena ia seorang Yahudi. Michael mulai mempelajari Yudaisme terlebih dulu, mulai dari konsep Tuhan, nabi-nabi, 10 larangan Tuhan, Taurat dan tentang ‘roh keyahudian’, satu hal yang menarik perhatian dan membuat Michael ragu. Ia berpikir, ide tentang ‘roh keyahudian’ tidak universal karena ‘jika seseorang dilahirkan sebagai Yahudi, maka orang itu punya jiwa Yahudi dan harus menjadi pengikut Yudaisme. Bagi Michael, ide semacam itu diskriminatif. Ia berpendapat bahwa semua manusia diciptakan sama. “Mengapa seseorang yang dilahirkan dalam agama tertentu harus tetap memeluk agama itu meski jika seseorang itu menemukan bahwa keyakinan yang dianutnya salah?” itulah pertanyaan yang muncul di benak Michael dan ia tidak sejalan dengan konsep tersebut.

Hal lainnya yang membuat Michael ragu dengan Yudaisme, tidak ada konsep yang jelas tentang neraka dalam Yudaisme. Jika konsep itu tidak ada, kenapa seseorang harus berbuat baik atau melakukan dosa? “Jika saya tidak takut akan hukuman yang berat, jadi kenapa saya harus bermoral,” pikir Michael.

Michael akhirnya meninggalkan Yudaisme dan beralih belajar kekristenan. Agama ini juga membuat Michael mundur karena konsep trinitas dalam kristen yaitu bapak, putera dan roh kudus. Ia berpendapat, bagaimana bisa Kristen mengklaik percaya hanya pada satu Tuhan, jika menganut konsep trinitas.

Michael juga menganggap sejarah Yesus dalam Kristen aneh dan tak masuk akal. Dalam doktrin Kristen, Yesus adalah anak Tuhan yang harus dibunuh untuk menyelamatkan manusia dari “dosa asal” yang dilakukan Nabi Adam. Dalam Kristen, Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia.

Doktrin itu membuat Michael berpikir bahwa dalam agama Kristen seluruh umat manusia itu dilahirkan sebagai pendosa, yang melakukan perbuatan yang salah. Itu artinya, seorang bayi yang baru dilahirkan sudah berdosa karena melakukan hal-hal yang salah. “Doktrin yang aneh. Karena dosa satu orang, maka semua manusia harus menderita. Pesan moral apa yang disampaikan oleh doktrin semacam itu? Pemikiran seperti ini tidak masuk logika saya,” ujar Michael.

Michael lalu mempelajari Islam. Ia menemukan bahwa Islam berarti patuh dan berserah diri. Prinsip dalam Islam adalah Tuhan yang Esa, salat lima waktu sebagai wujud ketaatan pada Tuhan, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan pergi haji jika mampu secara finansial. Konsep yang buat Michael tidak terlalu sulit untuk dipahami.

Apa yang Michael pelajari tentang Islam tidak ada yang bertentangan dengan logikanya, termasuk kitab suci al-Quran dengan keajaiban-keajaiban yang mengagumkan dan ajaran-ajaran yang tak lekang oleh waktu. Michael menemukan fakta-fakta ilmiah yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.

Dari sekian banyak hal yang Michael pelajari tentang Islam lewat buku-buku dan riset. Satu hal yang paling membuatnya tertarik adalah kata “Islam” yang dijadikan nama agama Islam disebut beberapa kali dalam al-Quran.

“Dari studi-studi yang sudah saya lakukan sebelumnya, saya tidak menemukan satu kalipun kata ‘Yudaisme’ ditemukan dalam Kitab Perjanjian Lama atau kata ‘Kekristenan’ dalam Kitab Perjanjian Baru. Saya heran mengapa saya tidak menemukan dua kata itu dalam dua kitab tersebut!” tukas Michael.

Ia lalu berpikir lebih dalam menemukan jawabannya. Kata Judaism bisa dipisah menjadi “Juda-ism”. Begitu juga dengan Christianity bisa dipenggal menjadi “Chris-ianity”. Siapakah Juda? Juda adalah salah satu pemimpin suku Yahudi. Jadi nama agama Judaisme diambil dari nama orang. Hal yang sama buat Kekristenan yang diambil dari kata Christ nama untuk Yesus.

Michael akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa Christianity dan Judaism tidak disebut-sebut dalam kitab suci karena kedua nama itu datangnya dari manusia dan bukan dari Tuhan. Sedangkan Islam adalah nama agama yang datangnya dari Tuhan.

“Oleh sebab itu ajaran Kristen dan Yudaisme tidak kredibel. Setidaknya dari perspektif saya, kedua ajaran tersebut tidak murni, tidak logis dan tidak lengkap,” kata Michael.

Ia melanjutkan,”Islam adalah satu-satunya nama agama yang disebut-sebut dalam al-Quran. Ini punya arti yang besar buat saya.”

“Saya sadar, bahwa saya harus mengikuti ajaran Islam. Kemudian saya memilih menjadi seorang Muslim. Saya telah menemukan kebenaran. Saya sudah keluar dari kegelapan dan menemukan cahaya … cahaya Islam,” tandas Michael. (ln/readingislam/iol)

 

 

Perjuangannya “memeluk” Islam dilakukan dengan penuh resiko, ia bahkan diancam bunuh. Dulu ia ingin ‘mengkristen-kan’ orang. Kini malah mengislamkan orang

ImagePENGANTAR. Semenjak memeluk Islam, ibunya sudah tak mengakui lagi ia sebagai anak. Ayahnya bahkan hendak menembaknya pula. Sang kakak menganggap ia sudah gila. Lalu suami menceraikannya. Oleh pengadilan dia divonis tak punya hak mengasuh kedua anaknya, kecuali meninggalkan Islam. Belum selesai sampai disitu, setelah mengenakan jilbab ia malah dikeluarkan dari tempat kerjanya. Begitulah ujian demi ujian datang menerpa Aminah Assilmi setelah memeluk Islam. Namun perempuan Amerika ini tetap tegar. Alhasil, dengan kuasa Allah, beberapa tahun kemudian neneknya yang telah berusia 100 tahun masuk Islam. Lalu bapaknya, diikuti ibu, kakak, anak lelakinya yang telah berusia 21 pun kemudian memeluk Islam. Bahkan, enam belas tahun setelah bercerai, mantan suaminya juga masuk Islam. Kini ia banyak diundang memberikan ceramah di berbagai tempat di Amerika. Satu kalimatnya yang terkenal: “Bagi saya, profesi terbaik adalah menjadi seorang ibu.” Berikut kisah lengkapnya seperti dituangkan dalam www.islamfortoday.com.

Aminah Assilmi dulunya seorang juru baptis, penganut feminis yang radikal dan juga seorang jurnalis radio. Tapi kini, selepas memeluk Islam, dia bagaikan seorang duta besar bagi agama Islam. Sebagai Direktur International Union of Muslim Women atau Persatuan Wanita Muslim Internasional dia benar-benar menyuarakan kebenaran Islam. Aminah kerap mengadakan perjalanan, berceramah di kampus-kampus, menyeru pentingnya kepedulian terhadap masyarakat banyak serta berbagi pemahaman atas keyakinan yang dianutnya kini.

Aminah sendiri, jauh sebelum mengenal Islam, awalnya berada di garda terdepan kelompok pembenci Islam. Dalam buku yang dikarangnya “Choosing Islam”, Aminah menceritakan perjumpaannya dengan Islam.

Berawal dari kesalahan komputer

Aminah dikenal sebagai gadis yang cerdas hingga memperoleh beasiswa selama kuliah. Disamping itu ia juga mengembangkan bisnis sendiri, berkompetisi secara professional hingga akhirnya memperoleh penghargaan (awards). Semua itu berlangsung semasa masih kuliah di perguruan tinggi. Ada kejadian menarik tatkala ia memasukkan data registrasi mata kuliah ke komputer di kampusnya. Berawal dari sinilah ia mengenal Islam hingga di kemudian hari kehidupannya berubah secara total.

Kejadian itu pada tahun 1975 ketika pertama kali pendaftaran mata kuliah menggunakan sistem komputer. Waktu itu saya melakukan registrasi sebuah mata kuliah. Setelah mendaftar saya pun berangkat ke Oklahoma untuk urusan bisnis,” kisahnya mengenang. Urusan bisnisnya sedikit lama, membuatnya tertunda kembali ke kampus. Dan baru muncul di kampus dua minggu setelah kuliah dimulai. Bagi dia ketinggalan pelajaran dan tugas-tugas mata kuliah tidak masalah. Namun yang membuatnya sangat terkejut adalah ketika diketahui komputer salah dalam melakukan registrasi. Di komputer namanya tertera sebagai peserta kelas Theatre, sebuah kelas dimana para mahasiswa musti unjuk kebolehan di depan peserta lainnya.

Saya ini gadis pendiam. Bagi saya berdiri di depan kelas adalah hal yang sangat menakutkan. Tentu saja membatalkan mata kuliah tidak mungkin lagi. Sudah sangat terlambat. Tidak hadir sama sekali selama kuliah, juga bukan pilihan yang tepat. Sebabnya saya menerima beasiswa. Bila nilai saya jatuh, beasiswa bisa dicabut,” tambahnya.

Suami Aminah menyarankan agar ia menemui dosennya guna mencari solusi alternatif lain. Oleh sang dosen ia dianjurkan untuk masuk ke kelas lain. Namun alangkah terkejutnya Aminah tatkala masuk ke kelas alternatif itu.

Saya tak menduga di kelas itu banyak sekali wanita Arab berjilbab. Waktu itu saya menyebut mereka dengan “para penunggang unta”. Kontan gairah saya hilang,” kenangnya.

Aminah tidak jadi ikut kelas tersebut dan pulang ke rumah.“Saya tidak mau berada di tengah-tengah orang-orang Arab. Saya tidak mau duduk bareng dengan orang-orang kafir kotor itu!,” tulis Aminah dalam bukunya. Suaminya, seperti biasa, tetap tenang menghadapinya.

Dengan kalem sang suami menyebut bahwa Tuhan punya maksud tertentu atas segala apa yang terjadi. Ia lalu meminta Aminah untuk berpikir masak-masak sebelum memutuskan berhenti kuliah. Konon lagi pemberi beasiswa telah mengeluarkan dana untuk studinya itu. Selama dua hari Aminah mendekam di kamarnya guna mengambil keputusan. Akhirnya dia memutuskan kembali ke kampus. Kala itu, menurut Aminah, dia seperti merasakan seolah-olah Tuhan memberinya tugas untuk mengkristenkan mahasiswi Arab itu. Ia rasakan seperti ada sebuah misi yang musti dituntaskan segera.

Misi Kristenisasi

Kala kembali ke kampus, Aminah pun mulai menjalankan misi Kristenisasi kepada mahasiswi Arab itu.

Saya terangkan tentang neraka. Bagaimana mereka akan dibakar dan disiksa jika tak ikut ajaran Kristen. Lalu saya terangkan Yesus cinta mereka dan Yesus mati disalib untuk menebus dosa-dosa pengikutnya. Jadi kita musti ikuti dia.” terang Aminah yang mengaku heran dengan kesopanan mahasiswi Arab tersebut. Mereka tidak membantah sedikitpun dengan apa yang diterangkannya.

Anak-anak Arab itu kok belum tertarik juga dengan Kristen. Saya putuskan untuk mencoba cara lain. Yakni saya coba pelajari kitab mereka untuk membuktikan bahwa Islam agama salah dan Muhammad bukan Nabi,” tukasnya lagi.

Atas permintaan Aminah, seorang mahasiswi Arab memberinya sebuah mushaf Al-Quran dan beberapa buku tentang Islam. Aminah mulai mempelajari Al-Quran berikut dengan bantuan 15 buah buku tentang Islam secara intensif. Al-Quran dibaca berulang-ulang, dikajinya berdasarkan referensi-referensi yang ada, lalu dibacanya lagi. Begitu seterusnya. Selama observasi dia selalu mencatat hal-hal yang tak disetujuinya guna membuktikan pendapatnya Islam agama salah. Kajian berjalan selama hampir satu setengah tahun.

Cari kelemahan Islam

Begitulah, setelah berjalan hampir dua tahun, alih-alih berupaya mengganti paham mahasiswi Islam tersebut dengan ajaran Kristen, malah Aminah yang akhirnya belajar Al-Quran. Awalnya dia mempelajari Quran untuk mencari kesalahan-kesalahan Islam, untuk membuktikan Nabi Muhammad bukan Nabi. Akan tetapi semakin dibaca, semakin tertarik ia dengan Islam.

Tanpa disadari, perilakunya mulai sedikit berubah. Rupanya perubahan itu menarik perhatian suaminya. “Sungguh, tanpa saya sadari ada perubahan kecil dalam keseharian saya. Tapi itu sudah cukup mengganggu pikiran suami. Biasanya saban Jumat dan Sabtu kami sering pergi ke bar atau menghadiri pesta. Tapi saya tidak begitu suka lagi. Bahkan berhenti makan babi dan minum-minuman keras,” kisahnya.

Lama- kelamaan suaminya mulai menaruh curiga dengan perubahan itu. Suaminya menduga Aminah ada hubungan gelap dengan lelaki lain. Puncaknya, mereka pisah ranjang, dan bahkan kemudian pisah apartemen. Namun Aminah masih terus mengkaji Al-Quran.

Secara khusus dia mengaku sangat tertarik dengan apa yang dikatakan Al-Quran tentang laki-laki dan perempuan. Wanita Islam, sebelum dia mempelajari Al-Quran, dia pikir berada dalam penindasan suaminya. “Waktu itu dalam sangkaan saya suamilah yang memaksa istri, misal untuk memakai jilbab,” ujar Aminah.

Melalui kajian intensif, dia dapati bahwa wanita Islam punya kesamaan hak dalam pekerjaan, pendidikan tanpa memperhatikan gender mereka. Yang menarik baginya, pada saat seorang wanita Islam menikah, maka dia tidak harus mengganti nama belakang (nama keluarga-red) menjadi nama keluarga suami, tapi tetap menjaga nama ayahnya. Dan banyak lagi perkara-perkara lainnya. Dari situ Aminah mengambil kesimpulan bahwa Islam atau dengan kata lain Nabi Muhammad telah mengangkat harkat dan martabat kaum wanita.

Didatangi lelaki berjubah

Akhirnya, satu malam seseorang mengetuk pintu rumahnya. Ternyata seorang lelaki berjubah dan mengaku bernama Abdul Aziz Al-Shekh. Ia ditemani tiga orang temannya dengan pakaian yang sama. Aminah sangat terkejut dengan kedatangan pria tak diundang itu. Apalagi tatkala pria berjubah tersebut mengatakan bahwa hanya masalah waktu saja bagi Aminah untuk menjadi seorang muslim.

Dia berujar saya sudah siap jadi seorang Islam. Saya kontan menangkal pernyataannya itu dengan menyebut saya orang Kristen. Selama ini saya hanya coba mengkaji, bukan mau masuk Islam. Begitu kata saya malam itu,” tukas Aminah mengenang. Begitupun Aminah mempersilahkan mereka masuk karena ia ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam yang masih menyelubungi pikirannya.

Aminah menumpahkan semua pertanyaannya, hasil observasi selama hampir dua tahun. Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. Tiap pertanyaan dijawabnya dengan sangat tenang dan teratur. Aminah mengaku sangat puas dengan jawaban-jawaban yang diberikan. “Akhirnya, keesokan harinya, dengan disaksikan Abdul-Aziz dan tiga temannya sayapun bersyahadah. Saat itu 21 Mei 1977,” kenangnya.

Dikucilkan Keluarga

Segera setelah Islamnya Aminah, perlahan ujian demi ujian pun datang. Dia dikucilkan oleh keluarga dan teman-temannya. Ibunya tak mengakui lagi ia sebagai anak. Yang lebih parah, sang ayah bahkan hendak menembaknya pula. Kakak Aminah menganggap ia sudah gila dan perlu dirawat di rumah sakit jiwa. Belum berhenti disitu, suami pun menceraikannya. Yang membuat hati Aminah sangat pedih adalah kala pengadilan memutuskan dia tak punya hak mengasuh kedua anakNYA, kecuali meninggalkan Islam. “Saya meninggalkan pengadilan dengan hati yang hancur. Anda bisa bayangkan bagaimana hati seorang ibu dipisahkan dari anak-anaknya,” ujar Aminah sedih.

Belum selesai sampai disitu, setelah mengenakan jilbab ia malah dikeluarkan dari tempat kerjanya. Namun karena kecintaannya pada Islam, penderitaan-penderitaan itu tidak membuat imannya runtuh. Aminah menyitir sebuah ayat suci Al-Quran (Ayat Kursi-red) yang bikin hatinya tenang:

Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara kedua-duanya, dan Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar. (Q.S. 2;255).

ImageAnggota keluarga masuk Islam

Meskipun keluarga mengucilkannya, Aminah tetap menjaga hubungan dengan mereka. Misalnya, ia sering berkirim surat dan selalu menulis beberapa terjemahan ayat Quran dan hadis yang berhubungan dengan masalah sosial kemanusiaan. Namun Aminah tak menyebut petuah-petuah itu dari Al-Quran. Rupanya strategi itu lumayan manjur. Lama-kelamaan ada respon positif dari anggota keluarga. Aminah pun terus berkirim surat plus kutipan-kutipan berisi ayat Quran dan hadis Nabi.

Begitulah, dengan sabar dan doa, satu demi satu anggota keluarganya masuk Islam. Pertama, sang nenek yang sudah uzur. “Nenek berusia 100 tahun ketika menerima Islam. Persis setelah itu dia meninggal dunia. Masya Allah nenek meninggal dengan membawa buku amalan yang penuh kebajikan ke akhirat,” kisah Aminah.

Tak lama, ayah yang dulu hendak membunuhnya juga memeluk Islam. Dua tahun kemudian, sang ibu diikuti oleh kakak Aminah juga bersyahadah. Dan yang membuat Aminah sangat gembira, anaknya yang telah beranjak dewasa (umur 21 tahun) juga mengikuti jejaknya. Yang paling mengharukan, enam belas tahun selepas Islamnya Aminah, mantan suaminya juga mengucap dua kalimah syahadah. Mantan pasangan hidupnya itu bahkan meminta maaf atas segala kekhilafannya.

Aminah sendiri kala itu telah menikah dengan pria lain. Dia sempat didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit kanker dan divonis tidak bisa memiliki anak lagi. Namun Allah punya kuasa. Ia tetap bisa mengandung dan diamanahi seorang anak laki-laki yang diberi nama “Barakah”.

Saya sangat gembira menjadi seorang Muslim. Islam adalah hidupku. Islam adalah irama hatiku. Islam adalah darah yang mengalir di sekujur tubuhku. Islam adalah kekuatanku. Islam telah membuat hidupku sangat menyenangkan. Tanpa Islam aku tak berarti apa-apanya. Andai Allah memalingkan wajah-Nya dariku, sungguh aku tak bisa bertahan hidup,” senandung Aminah Assilmi yang telah dua kali berhaji ke Mekkah.

 

Tak malu tunjukkan identitas Islam

Aminah dalam beraktifitas tak malu-malu menunjukkan keislamannya. Misal, dia mengenakan busana muslimah secara sempurna. Jilbab menutupi sekujur kepala dan rambutnya, serta busana panjang menutupi seluruh anggota tubuhnya. Sesuatu yang tidak lazim sebenarnya bagi warga di Amerika, dimana wanita umumnya gemar mempertontonkan aurat mereka.

Satu ketika Aminah memberikan kuliah di hadapan mahasiswa yang memenuhi ruang kuliah di Universitas Tennesse tentang status wanita dalam Islam berjudul “Wanita Muslim berbicara dari balik hijabnya.”

Wanita muslim tidak dibatasi dalam berkarir oleh agamanya. Begitupun, bagi saya, profesi terbaik adalah menjadi seorang ibu. Karena para ibulah yang membentuk generasi masa depan,” ujar Aminah diplomatis. Wanita Islam, lanjutnya, saat ini banyak mendapat diskriminasi di lapangan hanya karena mereka berjilbab. Ia menekankan, terutama di negerinya Amerika, muslimah sangat sulit mengaktualisasikan dirinya. Pernah satu saat ketika Aminah hendak mencairkan cek di sebuah bank. Satuan pengaman bank serta merta menghardiknya seraya mengarahkan moncong senapan ke wajahnya. “Itu hanya karena saya berjilbab,” katanya.

Aminah mengingatkan para pengeritik Islam yang kerap menyebut bahwa wanita-wanita di negeri-negeri Islam tertindas di bawah kekuasaan lelaki. Ia menjelaskan bahwa yang menindas mereka bukanlah Islam, tapi budaya setempat. Dalam Islam wanita begitu dihormati dan tinggi derajatnya. “Jangan anggap (ajaran Islam) seperti itu. Sangat bodoh,” ujarnya. Ia sangat tidak setuju Islam dijadikan kambing hitam.

Itulah Aminah Assilmi. Dulunya memojokkan Islam dan bahkan bermaksud meng-Kristen-kan kawan sekelasnya. Berbagai ujian dan penderitaan yang datang selepas ia memeluk Islam tak membuatnya bergeming. Allah berikan ganjaran atas kesabarannya itu dengan mengirimkan hidayah kepada seluruh anggota keluarganya. Kini ia bersama organisasinya memperjuangkan agar umat Islam di Amerika mendapatkan libur di kala merayakan lebaran. Salah satu sukses yang telah mereka rengkuh adalah beredarnya perangko Idul Fitri, hasil kerjasama dengan kantor pos Amerika. Wallahu ‘alam bisshawab. [Zulkarnain Jalil/www.hidayatullah.com]

 

 

¨Mukjizat¨ 1 Dollar 11 Sen

 

Sally adalah anak pertama dari 2 bersaudara yang masih berusia 8 tahun. Belum lama ini dia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa adiknya, George, sakit dan harus dioperasi. Orang tuanya yang berpenghasilan pas-pasan tidaklah mungkin untuk membiayai operasi yang mahal tersebut, apalagi jaminan asuransi kesehatan telah lama ditutup karena mereka tidak kuat membayar premi.

 

¨Hanya doa dan ¨mukjizat¨yang dapat menyelamatkan adikmu!¨ seru sang ayahnya kepada Sally. ¨Mukjizat¨?Apa itu?¨ tanya Sally dalam hati. Sesaat kemudian Sally masuk ke kamar dan berdoa untuk ¨mukjizat¨ yang dia harapkan, yaitu kesembuhan adiknya. Tidak lama setelah itu, Sally ke luar kamar dan menemui adiknya. Dia ingin tahu, apakah dengan doanya tadi George sudah sembuh atau belum? Ternyata adik kesayangannya itu belum juga sembuh. Lalu ia kembali ke kamar dan mengambil celengannya. Celengannya itu lalu ia pecahkan sehingga uang logam yang ada di dalamnya berhamburan. Satu per satu uang itu ia pungut. Setelah di hitung, celengan itu ternyata berisi uang sejumlah 1 Dollar 11 Sen.

 

Berbekal uang 1 Dollar 11 Sen tersebut, Sally kemudian pamit kepada orang tuanya guna membeli obat untuk adiknya di apotek seberang jalan. Dengan terharu, sang ibu melepas Sally untuk membeli obat dengan nilai uang yang sebenarnya tifak mungkin untuk menembus obat yang di maksud.

 

Sesampai di apotek, Sally tidak terlalu ditanggapi oleh petugas apotek, mungkin karena ia masih terlalu kecil untuk berbelanja. Berbagai cara dilakukannya untuk menarik perhatian petugas apotek, namuntidak juga berhasil. Ternyata Sally tidak kehabisan akal, dengan sedikit terpaksa ia mengetuk-ngetuk etalase dengan uang logamnya sehingga mengeluarkan suara yang agak bising. Akibatnya, dengan berangseorang petugas menghampiri Sally dan bertanya, ¨Mau apa kamu gadis kecil?¨

¨Saya mau membeli ¨mukjizat¨ untuk kesembuhan adik saya yang sedang sakit!¨ jawab Sally mantap sambil menunjukkan uang recehnya yang berjumlah 1 Dollar 11 Sen tadi.

 

¨Maaf gadis kecil, di sini kami tidak menjual ¨mukjizat¨. Kami hanya menjual obat-obatan. Silahkan kemballi pada orang tuamu minta oang tambahan agar dapat membeli obat yang kamu maksud!¨ ujar petugas dengan nada kesal.

 

¨Bu, tolonglah! Kata ayah, hanya ¨mukjizat¨ yang dapat menyembuhkan adik saya. Mungkin ibu bisa menolong saya?¨ pinta Sally.

 

Belum sempat sang petugas menjawab, tiba-tiba seorang pria yang mendengar ucapan Sally menghampirinya. ¨Siapa namamu, Nak? Memangnya ¨mukjizat¨ seperti apa yang dibutuhkan oleh adikmu?¨ tanya pria tersebut. Sally pun kemudian menceritakan hal ihwal dirinya serta keadaaan yang saat ini ia alami, sementara pria itu dengan sabar mendengarkan cerita Sally.

 

Adik saya George, sudah lama sakit, dan harus dioperasi. Tetapi orang tua saya tidak punya uang untuk biaya operasinya. Kata ayah hanya ¨mukjizat¨ saja yang dapat menyembuhkan adik saya. Untuk itulah saya kemari, siapa tahu apotek ini menjual ¨mukjizat¨ yang ayah saya maksud. Semakin lama suara gadis kecil itu makin parau. Bahkan, ketika menceritakan kondisi adiknya, Sally mulai menangis. Cerita Sally rupanya membuat hati pria itu tersentuh. ¨Sudahlah, Nak. Jangan menangis! Sekarang dapatkah kamu pertemukan saya dengan kedua orang tuamu? Kalau bisa, saya ingin berkunjung kerumahmu, sekaligus melihat kondisi adikmu yang sedang sakit itu.¨ ungkap pria tersebut sambil memeluk Sally.

Usut punya usut, pria itu ternyata seorang dokter spesialis bedah terkenal, Carlton Armstrong namanya. Singkat cerita , George akhirnya berhasil di operasi dengan lancar sehingga kondisinya pulih seperti semula. Operasi tersebut dilakukan langsung oleh Dr. Armstrong. Tidak hanya itu, Dr.Armsrtong pun bahkan membebaskan seluruh biaya operasi.

 

¨Operasi itu pasti sangat mahal. Kalau saja kamu tidak mempunyai keyakinan dan cinta kasih kepada adikmu, ibu tidak bisa membayangkan berapa harga yang harus dibayarkan untuk itu semua!¨ puji ibu Sally sambil memeluk putri kesayangannya.

¨Bu, harga operasi itu 1 Dollar 11 Sen ditambah dengan ¨mukjizat¨ jawab Sally dengan penuh suka cita.

 

 

KEKUATAN cinta kasih adalah ¨mukjizat¨. Dalam arti keajaiban yang mampu membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. ¨Mukjizat¨ dan pertolongan Sang Khalik, terkadang datang secara tidak terduga, namun selalu tepat, tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah datang terlambat. Manusialah yang terkadang mempersepsikannya berbeda-beda.

 

Cinta kasih horizontal (kepada sesama) yang merupakan wujud cinta kasih kepada Sang Khalik, itu pulalah yang telah menggerakkan ribuan bahkan jutaan rakyat Indonesia untuk bahu-membahu membangun Aceh dan Nias akibat bencana tsunami akhir 2004 silam. Hal ini menunjukkan bahwa manusia, sebagai makhluk yang memiliki derajat tertinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya dibekali benih-benih cinta kasih. Keserakahn, cinta akan uang, cinta kekuasaan maupun kehausan akan seks, inilah yang membuat benih-benih cinta kasih tersebut sulit tumbuh dalam wujud tingkah laku. Dalam perwujudannya, cinta kasih akan semakin bermakna ketika ketulusan hadir saat kita membina hubungan dengan orang lain. Cinta kasih identik dengan pengorbanan dan sentuhan yang sungguh-sungguh dari seseorang terhadap orang lain. Tanpa pengorbanan dan ketulusan untuk rela memberi tanpa pamrih, cinta kasih menjadi bahasa yang tidak memiliki makna apa-apa.

 

 

Cinta kasih dapat berupa pelukan, kata-kata yang manis, pujian maupun gandengan tangan yang mesra atau jabat tangan yang empatik. Cinta kasih memeng tidak ada batasnya. Bahkan, cinta kasih yang sungguh-sungguh akan mampumenggerakkan cinta kasih orang lain untuk berbuar sesuatu yang berguna bagi sesama. Kekuatan cinta yang dahsyat dapat dirasakan ketika kita mengasihi dan mencintai orang lain seperti layaknya kita mengasihi dan mencntai diri kita sendiri. Setiap orang akan mampu mencintai sesamanya pada saat ia sadar dengan penuh syukur bahwa ia memiliki benih cinta yang tidak lain adalah anugerah Ilahi. Buah tingkah laku sebagai wujud cinta kasih seperti ini akan terasa lebih manis, karena cinta kasih yang di salurkan sudah menjadi wujud ungkapan syukur atas kasih sayang Ilahi yang telah diterimanya selama ini.

 

 

¨Bukan titik yang menyebabkan tinta, melainkan tinta yang menyebabkan titik. Bukan cantik yang menyebabkan cinta tapi cinta yang menyebabkan cantik¨

Diambil dari buku Setengah Isi Setengah Kosong ( Parlindungan Marpaung)

 

 

WARNET LIBERTY CYBER

Warnet Liberty Cyber ada di jl.Gn.Rinjani lXC No.8 Denpasar. Warnet ini berdiri pada bulan maret 2007. Selama satu tahun berjalan sudah banyak kemajuan yang di capai, baik dari segi user maupun pengetahuan kami sebagai owner, terus terang kami juga baru belajar LINUX, sehingga semuanya didapat dari learning by doing.

Fasilitas yang ada di warnet LIberty Cyber :

* OS LINUX dengan distro PC LINUXOS

* Monitor LCD 19 inch wide screen

* Prosessor intel core 2 duo

* Ruangan AC

*Tempat nyaman

* Tarif internet RP.4.ooo / jam. Untuk pelajar dan mahasiswa ada disc.10%.

Ini tampilan warnet Liberty Cyber :

Aplikasi-aplikasi yang dapat dijalankan di warnet Liberty Cyber antara lain:

> Tampilan desktop PC LINUXOS dengan desktop SPYDERMAN dan KOOLDOCK ( icon-icon yang ada diatas desktop)

Gambar diatas adalah program SYNAPTIC dari PCLINUXOS. Yaitu suatu program untuk repository dan selalu di update oleh tim PCLINUXOS. Sedangkan untuk PCLINUXOS CONTROL CENTRE adalah untuk mengontrol baik jaringan maupun hardware yang ada. Dan keduanya dilindungi oleh password.

> Untuk browsing ada Mozila Forefox, Opera dan Flock

Gambar diatas adalah browser mozila firefox dan amarok. Flock adalah browser lain yang mempunyai tool-tool untuk membuat blog ( wordpress, Blogger, Blogsome), foto sharing (Photobucket, Picasa, Pizco, Flickr). Dan untuk IRC ada KVIRC.

Open office 2.3 dan Gyachoo . Open office calg dan Stardick ( kamus )

Open office Impress dan Comic Book. Pidgin (Multi Messengger ) dan Xara Xtreme ( Multimedia Grafis )

Games

WARNET LINUX

Aku dan suamiku punya usaha warnet yang berbasisi OS LINUX. Kenapa kami lebih memilih LINUX, ada beberapa alasan:

* LINUX lebih aman terhadap serangan virus, spyware, trojan, malware, rootkit

* Legal, karena LINUX adalah open source

* Stabil

* Dan yang terpenting, LINUX yang kami pakai GRATIS


Distro LINUX yang kami pergunakan adalah PC LINUXOS MINIME 2008 yang sudah diremaster sesuai dengan kebutuhan warnet kami. Kenapa kami memilih PC LINUXOS karena menurut kami tampilannya lebih friendly, cara menginstalnya mudah, repossitory sofwarenya lengkap selalu di update, dan termasuk distro LINUX yang deteksi hardwarenya bagus.

Suka duka punya warnet LINUX banyak banget. Sukanya punya warnet LINUX :

* Kita menjalani usaha dengan tenang, karena OS yang kami pergunakan bersifal legal

* Lebih aman terhadap virus

Dukanya punya warnet LINUX :

* LINUX belum friendly dikalangan masyarakat kita, jadi kita yang harus sabar ngadepin user.

* Banyak user yang alergi begitu denger kata LINUX, langsung kaboooooor

* Pake LINUX pengennya biar bebas ga ngurusin virus, tapi malah sibuk ngurusin virus. Abis klo virus di LINUX keliatan, so user jadi pengen sekalian minta diapusin virusnya atau minta di format sekalian (abis klo ga diformat, filenya ga mau di simpen di USB). Yang nyebelin lagi, karne virus itu klo di LINUX keliatan, dikiranya Compi kita yang ada virusnya, uhhh, so sad…………..

Nama Warnet kami Liberty Cyber. Lokasinya ada di jl. Gn. Rinjani lX C NO.8 Denpasar. Klo mau tahu tentang warnet kami baca¨ WARNET LIBERTY CYBER¨.

My Kids

 

SEGELAS SUSU

 

 

green

 

SEGELAS SUSU

 

Suatu hari, seorang anak leleaki miskin yang hidup sebagai pedagang asongan dari pintu ke pintu-biasanya dilakukan di kompleks-kompleks rumah dinas- kehabisan uang. Kondisinya saat itu sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi dia kehilangan keberanian saat seorang ibu muda-istri pejabat-membuka pintu. Anak itu tak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Ibu muda tersebut melihat dan berfikir bahwa anak lelaki itu pastilah lapar.

 

Oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Kemudian, anak lelaki tersebut minum dengan ¨lahap¨-nya dan bertanya, ¨Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?¨

 

Ibu itu menjawab, ¨Kamu tidak perlu membayar apapun, orangtua kami dulu mengajarkan untuk tidak menerima bayaran jika melakukan sesuatu kebaikan,¨kata ibu itu menambahkan.

 

Sambil menghabiskan susunya, anak lelaki tersebut berkata dalam hatinya:¨Dari hatiku yang terdalam, aku sangat simpati pada ibu yang berbaik hati ini, dia tidak sombong sekalipun istri pejabat!¨

 

Beberapa puluh tahun kemudian, ibu muda dahulu ( yang kini sudah agak lanjut usianya) mengalami sakit yang sangat kritis. Balai pengobatan sudah tidak mampu lagi mengobati penyakit komplikasinya, apalagi saat ini dia berstatus janda seorang pensiunan kereta api. Atas saran keluarganya, si wanita ini dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pemerintah yang ada di kota tersebut untuk observasi. Namun, tetap saja tidak bisa diobati.Akhirnya dengan menjual barang-barang yang tersisa dan atas bantuan rekan-rekan sesama janda pensiuanan, si wanita muda itu dikirim ke ibukota karena disana ada dokter yang mampu mengobati penyakit komplikasinya itu.

 

Dr. Sobur Nurjaman Ali dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat mendengar nama kota sasal ibu tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Sobur. Segera ia bangkit mengenakan jubah dokternya dan bergegas turun melalui aula rumah sakit menuju kamar si wanita tersebut. Ia langsung mengenaliwanita itu dengan sekali pandang.

 

Dr.Sobur kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan serangkaian medical check up total serta terapi-terapi medis lainnya.

 

¨Pokoknya, ibu tersebut harus sembuh,¨ demikian obsesinya. Mulai hari itu, si ibu yang tergolek lemah tersebut menjadi perhatian Dr.Sobur dengan kasih yang tulus. Memasuki bulan ketiga dirumah sakit tersebut ternyata si ibu benar-benar sembuh.

 

Lalu, Dr. Sobur meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya guna persetujuan. Dr. Sobur melihatnya dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar taguhan tersebut. Ia sangat yakin bahwa ibu ini tidak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Bisnis yang dirintis bersama sang suami (almahum)ketika memasuki pensiun gagal karena di tipu orang,demikian cerita si ibu kepada Dr. Sobur beberapa waktu yang lalu. Hal ini pula yang membuat ia jatuh miskin, dengan seorang anak yang saat ini juga pengangguran.

Lembaran tagihan akhirnya sampai ketangan si ibu yang malang itu. Dengan rasa was-was ia memberanikan diri membaca lembar tagihan yang disodorkan bagian keuangan. Disana tertera rincian biayayang dikeluarkan selama ia menjalani pengobatan. Akan tetapi. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya, pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi : ¨Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!¨ Tertanda Dr. Sobur Nurjaman Ali.

 

Ketika ditanya, apa yang paling membuat kebahagiaan manusia saat ini. Mungkin jawaban yang paling tepat adalah dengan memberi kebahagiaan kepada orang lain. Memberi memang lebih indah daripada menerima. Memberi merupakan wujud kerendahan hati kita dihadapan Sang Pencipta.

 

Memberi berarti melakukan inisiatif pertama tanpa mengharapkan balasannya, karena apa yang dilakukan telah diperhitungkan oleh Sang Pencipta sebagai bagian dari kasih dan amal terhadap sesama. Para psikolog di Eropa telah melakukan serangkaian percobaan longitudinal dan menarik kesimpulan bahwa orang yang selalu memberi tanpa berharap balasan ternyata memiliki daya tahan mental yang tinggi, lebih mampu menghadapi cobaan hidup, dan terhindar dari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh stres.

 

Tidak selamanya hidup ini stabil, ada saatnya kita mengalami goncangan hidup. Jabatan, kekayaan, dan fasilitas yang dimiliki saat ini merupakan ¨baju¨ yang bisa dilepas setiap saat. Namun, kebahagiaan yang diperoleh melalui memberi dengan tulus adalah sesuatu yang abadi. Apa yang diberikan, baik itu berupa senyuman, pujian yang tulus, dekapan perhatian, ucapan selamat bahkan materi yang dimiliki secara langsung akan memberi dampak yang besar baik bagi sipenerima maupun si pemberi.

 

 

Segelas susu yang diberikan si ibu muda tadi telah memberi dampak yang luar biasa bagi seorang anak yang ternyata adalah Dr. Sobur Nurjaman. Ketika memberi segelas susu bagi seorang anak miskin tersebut, si ibu tidak berpikir balasan yang akan diperoleh dari anak tersebut sekarang maupun nanti. Semua sudah ada yang mengatur. Memberi dari kelebihan mingkin hal biasa yang sudah seharusnya dilakuka. Namun, ketika memberi dari kekurangan kita, disinilah pemaknaan hidup yang lebih tinggi lagi.

 

Diambil dari buku ¨Setengah Isi Setengah Kosong¨ (Parlindungan Marpaung)

 

Tanpa pernah bermaksud menggurui atau merasa lebih baik,, cuma pengen sharing cerita.

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.